Sabtu, 12 Maret 2016

ceramah Dr. ZAKIR NAIK



Dr. ZAKIR NAIK
              Dr. ZAKIR NAIK berbicara (berceramah) tentang eteis / orang yang tidak percaya adaya tuhan. Dan beliau membicarakan tentang agama islam dan kita harus mengenal tuhan kita yaitu “Laa Ilaha” dan pada dua kalimat syahadat “Laa Ilahailallah Muhammad Rasulullah” yang berarti tiada tuhan selain Allah dan Muhammad Saw utusan allah. Dr. ZAKIR NAIK juga membahas tentang sifat-sifat allah yang terdapat dalam surah al ikhlas ayat 1-4 dan beliau menjelaskan satu persatu dari ayat tersebut “katakanlah (Muhammad)” DIA –lah Allah yang maha ESA, allah tidak tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada yang sama dengan-Nya. Kita bisa memanggil Allah dengan nama yang telah di buat-Nya yakni dalam Asmaul Husna. Beliau juga menerangkan tentang surah al- israa’ [7] : 110. Ada seseorang yang mengatakan bahwa allah 1000 X lebih kuat dari semua orang yang terkuat di dunia dan king kong tapi semua itu salah karena dalam surah al ikhlas menyatakan bahwa tidak ada yang sama dengan-Nya. Dr. ZAKIR NAIK memberikan konsep tuhan dengan memberikan contoh, dan Zakir Naik memberikan contohnya dengan beliau memegang buku tapi beliau menjawabnya bahwa itu polpen intinya bahwa apabila kita bisa mengetahui bahwa itu buku terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi dari benda tersebut.
           Para ilmuwan sains mengatakan bahwa cahaya bulan memantulkan cahaya dari matahari  sudah terbukti pada 1400 tahun yang lalu dan penelitian dari thailand mengatakan  bahwa rasa sakit bukan terasa di otak melainkan merasakan keseluruh anggota badan dan al quran membuktikan bahwa rasa sakit saat di siksa di neraka itu sangat pedih  di karenakan di bakar kulit tersebut maka pulih kembali dan seterusnya kemudian ilmuan thailand tersebut langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk islam dalam kekuasaan Allah.  Beliau menjelaskan bahwa seorang mempunyai agama berawal sejak  kecil karena tergantung orang tua nya

Minggu, 06 Maret 2016

CRAZY (spoof)


         Children often have far more sense than their elders. This simple truth was demonstrated rather dramatically during a civil defense exercise in a small town in canada. Most of the inhabitants were asked to take part in the exercise during which they had to pretend that their city had been bombed. Air-raid warnings were sounded and thousands of people went into special air-raid shelters. Doctors and nurses remained above ground while police patrolled the streets in case anyone tried to leave the shelters too soon.

          The police did not have much to do because the citizens took the exercise seriously. They stayed underground for twenty minutes and waited for the siren again. On leaving the air-raid sheltres, they saw that doctors and nurses were busy. A great many people had volunteered to act as casualties. Theatrical make-up and artificial blood had been used to make the injuries look realistic. A lot of people were lying ‘dead’ in the streets. The living helped to carry the dead and wounded to special stations. A child of six was brought in by two adults. The child was supposed to be dead. With theatrical make-up on his face, he looked as if he had died of shock. Some people were so moved by the sight that they began to cry. However, the child suddenly sat up and a doctor asked him to comment on his death. The child looked around for a moment and said, “i think they’re all crazy!”

Minggu, 14 Februari 2016

inilah aku

assalamualaikum wr.wb
perkenalkan nama saya Agus Sofyan biasa di panggil Agus, desa kutosari kecamatan karanganyar kabupaten pekalongan provinsi jawa tengah negara Indonesia. saya alumni dari madrasah tsanawiyah yapik karanganyar, dan sekarang saya sekolah di MADRASAH ALIYAH HASBULLAH karanganyar. setiap hari sabtu sore sekitar jam 15.30 sampai selesai dan hari senin jam 14.15 sampai selesai saya melakukan kegiatan belajar bahasa inggris dengan pak Heri Sutanto. saya suka dengan semua kegiatan di sekolah ini terutama hal olahraga seperti bulutangkis dan bola volly. dengan kesukaan saya terhadap olahraga bulutangkis alhamdulillah saya bisa mendapatkan juara 1 di tingkat kabupaten dan bisa mewakili ke privinsi. setiap pagi saya melakukan sholat dhuha bersama teman-teman sekolah dan para guru MADRASAH  ALIYAH HASBULLAH karanganyar yang di imami oleh ustad Kardiyansyah.